twitter
rss



KATA PENGANTAR

        Puji dan sukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karna kasih karunia-Nya kami dapat menyusun  Makalah Perencanaan Pembelajaran ini. Buku ini sangat bermanfaat bagi para pelajar atau guru dalam membuat rencanaan pelaksanaan pembelajaran atau RPP sebelum mengajar anak didiknya di kelas.
        Buku ini akan membahas perencanaan pembelajaran, sehingga pembaca mengetahui cara-cara membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Buku ini juga memberikan contoh rencana pelaksanaan pembelajaran, sehingga pembaca dengan mudah memahami proses pembuatan perencanaan dengan baik.
        Buku ini disusun sedemikian adanya, untuk menyempurnakan pennyusunan buku ini kami sangant mengharapakan usulan, kritik, dan saran dari pembaca, sehingga di edisi berikutnya kami bisa menyusun buku ini seperti yang diharapkan. Atas partisipasi pembaca kami ucapkan terimakasih.
Jakarta, 10 November 2013
Penyusun,

Masjoko Anderson
Rika Seru


DAFTAR ISI

Kata Pengantar
1
Daftar Isi
2
BAB I : Pendahuluan
3
A. Latar belakang
3
B. Rumusan Masalah
3
C. Tujuan penulisan
3
BAB II : Pembahasan
4
A. Pengertian perencanaan pembelajaran

4
B. Arti penting perencanaan pembelajaran

5
C. Komponen-komponen perencanaan pembelajaran

6
D. Contoh rencana pelaksanaan pembelajaran

12
BAB III : Penutup
17
A. Kesimpulan
17
B. Saran
17
C. Daftar Pustaka
18

Bab I
Pendahuluan
A. Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melihat guru-guru pergi kesekolah, ketika kita duduk di bangku kelas II SMA misalnya, tiba-tiba guru masuk kekelas dan mengajarkita. Ditinjau dari segi guru, tentulah guru sangat berharap supaya kita dapat mengerti materi pelajaran yang diajarknnya, terlebihlagi guru tersebut akan mengusahakan bagaimana siswa-siswanya merasa senang mengikuti proses pembeajaran yang dikelolanya.
Unuk menciptakan Susana kelas yang menyenangkan, atau supaya setiap murid dengan mudah dapat mengerti materi yang diajarkan, maka seorang guru haruslah membuat perencanaan pembelajaran yang kita kenal dengan istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaranatau RPP.
Membuat perencanaan pembelajaran bukanlah suatuhal yang mudah, sebelum membuat perencanaan pembeljran sorang guru terlebih dahulu mengetahui komponen-komponen perencanaan pembelajaan, sehingga perencanaan yang dibuat bisa jelas, teratur, dan terarah sesuai tujun.

B.    Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dikembangkanlah rumusan masalah sebagai berikut :
a.       Apa yang dimakud dengan perencanaan pembelajaran?
b.      Apa sajakomponen-komonen perencanaan pembeljran?
c.     Bagaimana contoh RPP yang baik?
C.    Tujuan penulisan
Berdasarkan rumuan masalah sebelumnya, maka ada beberapa tujuan penlisan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menambah wawasan pembaca mengenai perencanaan pembelajaran.
2.      Untuk membantu pembaca memahami apa arti penting perencanaan pembelajaran dan hal-hal yang terkait didalamnya.
3.      Memberi contoh kepada pembaca mengenai cara penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Bab ll
Pembahasan

A.     PengertianPerencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran adalah proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuan.
Roger A. Kaufman (Harjanto 1997:2) mengemukakan bahwa "Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Secara garis besar perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai tujun tersebut, materi bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. (R. Ibrahim, 1993). Jadi, perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai.
B.     Pentingnya Perencanaan Pembelajaran
Untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang baik. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu lembaran kertas mutiara buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul majid mengemukakan beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a.       Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b.      Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
c.       Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d.      Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e.       Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
f.        Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
Peran penting perencanaan pembelajaran dapat terlihat ketika mengamati keadaan yang mungkin terjadi ketika diterapkannya perencanaan pembelajaran oleh seorang guru atau sebaliknya. Kemungkinan yang akan terjadi dalam proses belajar mengajar ketika seorang guru melakukan perencanaan pembelajaran dengan benar di antaranya:
a.       Guru akan mempunyai tujuan pembelajaran yang jelas,
b.      Guru akan menguasai materi,
c.       Guru akan mempunyai metode,
d.      Guru akan memiliki pemilihan media yang tepat,
e.       Guru akan memiliki standar jelas dalam memberikan evaluasi kepada siswa.
C. Komponen-Komponen Perencanaan Pembelajaran 
Menurut M. Sobry Sutikno dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran (2008), mengatakan bahwa komponen pembelajaran itu terdiri atas :
1.      tujuan pembelajaran,
2.      materi pelajaran,
3.      kegiatan belajar megajar,
4.      metode,
5.      Media dan sumber belajar,
6.      evaluasi.

1. Tujuan Pembelajaran
Sudirman, dkk.  (1991:53) mengemukakan tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang berbentuk tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah proses belajar mengajar. Reece dan Walker (1997:17), menjelaskan guru perlu mengetahui ke mana seharusnya siswa diarahkan dan apa yang akan dipelajari siswa.  Dengan cara ini, guru mengetahui kapan siswa sampai ke sana.  Dalam bahasa pendidikan, hal ini menuntut guru untuk mengidentifikasi hasil pembelajaran.  Hasil pembelajaran tersebut dapat dinyatakan dengan tujuan dan sasaran (aims and objectives).  Pada intinya, tujuan dan sasaran ini merupakan harapan dari apa yang dapat dilakukan siswa pada akhir pembelajarannya.
Tujuan pembelajaran ditentukan baik oleh guru maupun perancang kurikulum dalam silabus dan rencana pembelajaran untuk menyatakan apa yang akan dicapai oleh pembelajaran tersebut.  Tujuan pembelajaran dibedakan dengan sasaran pembelajaran.  Sasaran dalam hal ini lebih bersifat spesifik dan lebih dapat diukur secara langsung, sedangkan tujuan tidak begitu dapat diukur secara langsung. Usman (1994:29) menjelaskan hasil belajar yang dicapai siswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan pembelajaran yang direncanakan oleh guru. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru sebagai perancang (designer) proses belajar mengajar. Untuk itu guru harus menguasai taksonomi hasil belajar.
Bloom (dalam Usman (1994:29) mengelompokkan tujuan pembelajaran ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan, dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat. Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).Tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran menurut Hernawan (2005) terbagi atas beberapa tingkatan yaitu:
1. Tujuan Pembelajaran yang paling umum, yaitu tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional kita menurut UU No 2 tahun 1989 tentang system pendidikan nasional yaitu: “Pendidikan Nasional bertujuan menceraskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung  jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (pasal 4)”.
2. Tujuan institusional, berisi rumusan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh pebelajar setelah mengikuti pendidikan pada suatu tingkat pendidikan tertentu. Misalnya tujuan pendidikan dasar (SD dan SMP) yaitu: “Pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. (Bab II, Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1990).
3. Tujuan Kurikuler adalah rumusan dari setiap mata pelajaran /bidang studi/mata kuliah. Misalnya tujuan kurikuler mata pelajaran IPA pada pendidikan dasar. Contoh:  “Pebelajar memiliki pengetahuan tentang lingkungan alam serta keterampilan, wawasan dan kesadaran teknologi dalam kaitannya dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran umum
5. Tujuan pembelajaran khusus.

Menurut  Harjanto (2008), perumusan tujuan Instruksional dalam desain pembelajaran merupakan perumusan yang jelas dimana memuat pernyataan tentang kemampuan dan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti suatu program pengajaran tertentu untuk satu topik atau subtopik tertentu. Dengan demikian dapat dipertegas bahwa perumusan instruksional berfungsi sebagai tercapainya hasil belajar berupa perubahan tingkah laku dan kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran.
Tujuan instruksional ini dapat dibedakan menjadi tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional khusus (TIK). Menurut Grounlund dalam Harjanto (2008) tujuan instruksional umum  (TIU) adalah hasil belajar yang diharapkan yang dinyatakan secara umum dan berpedoman pada perubahan tingkah laku dalam kelas. Tujuan instruksional umum (TIU) merupakan serangkaian hasil belajar yang bersifat khusus. sedangkan tujuan instruksional khusus (TIK) adalah hasil belajar yang dinyatakan dalam istilah perubahan tingkah laku khusus. Tingkah laku khusus adalah kata kerja yang dapat diamati dan diukur.
Kegunaan TIU dalam proses belajar mengajar menurut Harjanto (2008) adalah:
§  Memberikan kriteria yang pasti untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik.
§  Memberikan kepastian mengenai kemampuan yang diharapkan dari peserta didik.
§  Memberikan dasar untuk mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur efektifitas   pengajaran.
§  Menentukan petunjuk dalam menentukan materi dan strategi instruksional.
§  Petunjuk bagi peserta didik tentang apa yang dipelajari dan apa yang akan dinilai  dalam mengikuti suatu pelajaran.
§  Peserta didik akan mengorganisasikan usaha dan kegiatannya untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditentukan.



D.  Hubungan Tujuan Pembelajaran Dengan Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan merupakan penjabaran Standar Kompetensi yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan Standar Kompetensi.Standar Kompetensi sendiri adalah ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
Kompetensi dasar diturunkan menjadi indikator, dari indikator digunakan untuk menyusun tujuan pembelajaran.Evaluasi pembelajaran didasarkan pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dari evaluasi inilah dapat diketahui hasil belajar peserta didik. Apabila hubungan tersebut digambarkan adalah sebagai berikut:
Contoh:
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tertulis:
Kompetensi Dasar                :    Menjelaskan pengertian dan fungsi uan
Indikator                               :    1. Mendeskripsikan pengertian uang
                                                            2. Mengidentifikasi fungsi uang
Tujuan Pembelajaran
1)      Siswa dapat mendeskripsikan pengertian uang tanpa membuka buku
2)      Siswa dapat mendeskripsikan fungsi uang tanpa bantuan teman
Hasil belajar yang dicapai siswa harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran sendiri mengacu pada indikator yang merupakan rincian dari kompetensi dasar.

B.     Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Menurut Bloom dkk dalam Hernawan (2005) jenis belajar atau taksonomi tujuan pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga domain yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang akan diuraikan sebagai berikut.
1.      Domain afektif
Yaitu yang berkenaan dengan kemampuan otak dan penalaran siswa,. Taksonomi ranah tujuan kognitif menurut Bloom memiliki 6 tingkatan yaitu: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi
2.      Domain afektif
 Yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai tampak pada berbagai tingkah laku.   Taksonomi ranah tujuan afektif menurut Bloom memiliki 5 tingkatan yaitu: menerima, menanggapi, menghargai, mengatur diri dan menjadikan pola hidup.
3.      Domain psikomotorik
Yaitu berkenaan dengan keterampilan atau keaktifan pisik. Taksonomi ranah tujuan psikomotorik menurut Bloom memiliki 5 tingkatan yaitu: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, bertindak secara mekanis dan gerakan yang kompleks.
Dalam tataran praktis, Usman (1994:113) mengungkapkan, rumusan tujuan pembelajaran  perlu memperhatikan lima syarat, yaitu
a.       kesesuaian tujuan instruksional khusus dengan tujuan instruksional umum
b.      kelengkapan jumlah TIK
c.       kejelasan rumusan (tidak menimbulkan tafsiran ganda)
d.      kelengkapan rumusan TIK (subyek, tingkah laku yang dapat diukur, kondisi pencapaian, dan kriteria pencapaian)
e.       urutan TIK dari yang mudah kepada yang sukar.  
 Yang membedakan antara komponen yang dikemukakan oleh keduanya adalah ada tidaknya metode pembelajaran didalam komponen-komponen perancanaan pembelajaran..

2. Isi (Materi Pembelajaran& Kegiatan Belajar Mengajar )       
Materi pembelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang “dikonsumsi” oleh siswa. Karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, misalnya berita pengetahuan, penampilan, sikap dan pengalaman lainnya.   Nana Sujana (2000) menjelaskan ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menetapkan materi pelajaran diantaranya :           
a)      Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan
b)      Menetapkan materi pembelajaran harus serasi dengan urutan tujuan
c)      Materi pelajaran disusun dari hal yang sederhana menuju yang komplek
d)      Sifat materi pelajaran, ada yang factual dan ada yang konseptual.
Dalam merancang kegiatan belajar, kegiatan harus dirumuskan secara jelas dan rinci. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan kegiatan belajar mengajar dapat dicermati sebagai berikut :
a)      Kegitan harus berorientasi pada tujuan.
b)      Kemampuan yang harus dicapai anak adalah melalui praktik langsung.
c)      Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada perkembangan.
d)      Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada kegiatan yang berpusat pada tema.
e)      Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pendidikan.
f)        Kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau peserta didik.
g)      Kegiatan pembelajaran harus menggambarkan kegiatan yang menyenangkan.
h)      Walaupun penetapan kegiatan berorientasi pada siswa, kegiatan harus memungkinkan bagaimana guru dapat membantu siswa belajar.
3.  Metode.
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dengan penggunan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan hasil yang baik tanpa memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007) menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode anatara lain: tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, fasilitas, dan guru.Adapun macam-macam metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yaitu:
a) Metode Ceramah;     
b) Metode Tanya Jawab;           
c) Metode Diskusi;        
d) Metode Demonstrasi;           
e) Metode Kisah/Cerita;
f) Metode Simulasi.      
g) Metode Karya Wisata;          
h) Metode Tutorial;       
i) Metode Suri Teladan;
j) Pengajaran Tim (Team Teaching);     
k) Metode Praktek;       
l) Metode Kerja Kelompok;      
m) Metode Penugasan;
4.  Media dan Sumber Belajar.
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercifta lingkungan yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif (Yudhi Munadi,2008 :8)     . Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan sebagai tempat di mana materi sumber belajar terdapat. Menurut Nasution (2000) sumber belajar dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaannya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan siswa. Pemanfaatan sumber belajar tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang di pergunakan dalam proses pembelajaran, melainkan juga tenaga, biaya, dan fasilitas.Sumber belajar dapat di bedakan menjadi dua, yaitu:      
a. Sumber belajar yang di rencanakan adalah semua sumber yang secara khusus telah   dikembangkan sebagai komponen system pembelajaran, untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.          
b. Sumber belajar karena di manfaatkan adalah sumber-sumber yang tidak secara khusus di desain untuk keperluan pembelajaran, namun dapat di temukan, di aplikasikan, dan di gunakan untuk keperluan belajar. 
Media dan sumber belajar merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Media dan sumber belajar yang dipilih harus sesuai dengan kegiatan dan dapat memberikan pengalaman yang cocok bagi siswa. Guru juga harus memutuskan bagaimana media dan sumber belajar tersebut di sediakan dan bagaimana kegiatan di organisasikan. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah sejauh mana sumber-sumber belajar dapat memberi dukungan terhadap proses belajar siswa. Pemilihan media dan sumber belajar harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan dan karakteristik belajar anak. Untuk kelas-kelas yang berpusat pada anak media sudah di tata dalam setiap area. Dengan media dan sumber belajar anak dapat melakukan ekplorasi, observasi dan memungkinkan anak dapat meliatkan seluruh inderanya seperti melihat, menyentuh, meraba, mencium dan merasakan.

5.    Evaluasi
Menurut M Sobby Sutikno (2007 :40) evalusi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sedangkan menurut Masitoh,dkk (2005 :47) evaluasi adalah suatu proses memilih mengumpulkan dan menafsirkan informasi utuk membuat keputusan. Dalam perencanaan pembelajaran evaluasi dimaksudkan untuk mengukur apakah tujuan atau kemampuan yang sudah di tetapkan dapat tercapai.Jadi, evaluasi merupakan aspek yang penting, yang berguna untuk mengukur dan menilai seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai atau hingga mana terdapat kemajuan siswa, dan bagaiman tingkat keberhasilan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Untuk melakukan evaluasi diperlukan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat umum evaluasi yaitu:      

a. Validitas        
b. Realiabilitas   
c. Objektivitas   
d. Efisiensi        
e. Kegunaan / kepraktisan.        
Selain syarat-syarat umum evaluasi diatas, dalam evaluasi juga terdapat teknik-tekniknya. Pada umumnya, teknik evaluasi ada dua macam, yaitu dengan menggunakan tes dan non-tes (M. Sobry Sutikno,2008:118-)
D. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran :  ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kelas/Semeser :   V (lima) / 2
Pertemuan ke   :    I (satu)
Alokasi waktu  :   2 x 40 menit
Standar Kompetensi : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.
Kompetensi Dasar : 7.5 Mendeskripsikan perlunya penghematan air
Indikator :
• Mengidentifikasi keberadaan air di sekiar tempat tinggal siswa
• Menjelaskan manfaat air bagi makhluk hidup
• Menjelaskan cara menghemat air
Tujuan Pembelajaran :
• Siswa dapat menyebutkan keberadaan air di sekitar tempat tinggalnya
• Siswa dapat menjelaskan manfaat air bagi manusia
• Siswa dapat menjelaskan manfaat air bagi makhluk hidup lain
• Siswa dapat menjelaskan cara menghemat air
II. Materi ajar : Penghematan Air
Di sekitar kita terdapat berbagai macam air. Air diperlukan oleh berbagai makhluk
hidup untuk keperluan hidupnya. Dalam penggunaan air, khususnya untuk
keperluan manusia hendaknya menggunakan seperlunya, tidak boros, bahkan
dalam keadaan tertentu kita perlu menghemat air.
III. Metode pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Pendahuluan
1.  Guru menyampaikan salam Siswa menjawab salam
1.                    Guru Mengecek kehadiran siswa   Siswa aktif mengikuti pengecekan kehadiran
2.                   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa memperhatikan
3.                   Guru memusatkan perhatian siswa dengan teka teki ”Siapakah Aku?”
4.                   Aku …….Bentukku berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Permukaanku datar.
5.                   Aku akan berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Siapakah
6.                    Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan mengaitkan pelajaran
7.                   Siswa menjawab teka-teki ”Siapakah Aku?”
a.       Guru memimpin menyanyikan lagu Tik-tik bunyi hujan
Siswa menyanyikan lagu tik-tik bunyi hujansebelumnya tentang daur air Dari mana asal air hujan?
b.      Siswa menjawab pertanyaan


B. Kegiatan Inti
  1. Guru Menanyakan keberadaan air di sekitar tempat tinggal siswa
Siswa mengidentifikasi keberadaan air di sekitar tempat tinggalnya,
menuliskan hasil identifikasi di papan tulis.
2.      Guru menanyakan kegunaan air bagi manusia. Meminta siswa untuk
berdiskusi dengan teman sebangku. Kita memerlukan air untuk apa saja?
Siswa berpikir berpasangan, menjawab pertanyaan secara lisan. Menuliskan
hasil diskusi ke dalam tabel.
3.       Guru menanyakan kegunaan air bagi makhluk hidup. Meminta siswa untuk
berdiskusi dengan teman sebangku.
Selain manusia, adakah makhluk hidup lain yang memerlukan air?
Untuk apa?
Siswa berpikir berpasangan, menjawab pertanyaan secara lisan. Menuliskan
hasil diskusi ke dalam tabel.
4.       Guru mengelompokkan siswa. Membagi gambar tentang pemborosan air.
Meminta siswa mendiskuskan.
Ceritakan dengan kalimatmu sendiri mengenai gambar yang kamu terima! Apa
yang kamu lakukan apabila ada kejadian seperti pada gambar yang di bagikan?
Siswa berkelompok. Mendiskusikan gambar yang dibagikan. Menuliskan hasil
diskusi pada kertas yang dibagikan. Mempresentasikan hasil diskusi.
Memajangkan hasil kerja kelompok pada pohon ilmu.

5.       Guru menyediakan objek untuk ditanggapi siswa (sisa minuman dari beberapa
gelas aqua)
Bagaimana pendapatmu mengenai sisa minuman yang terbuang?
Bagaimana cara mengetahui banyaknya air yang terbuang?
Siswa menanggapi objek sisa minuman secara berkelompok. Menuliskan hasil
tanggapan pada kertas yang dibagikan. Mempresentasikan hasil tanggapan.
Memajangkan hasil kerja kelompok pada pohon ilmu.
C. Kegiatan penutup
  1. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan
Air dapat kita temukan di…..
Manfaat air bagi manusia adalah …, bagi tumbuhan adalah ….., dan bagi hewan adalah….Cara menghemat air:
1. ………………
2. …………..
2. Guru membuat kesimpulan. Menutup pembelajaran hari ini. Menginformasikan
materi pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang. Memperhatikan
informasi guru.
Siswa memperhatikan informasi guru
V. Sumber, Alat, Bahan
1. Sumber : Panut, Dunia Sains Untuk kelas V SD, Jakara: Yudhistira, 2005.
Saran, Purwo, S., Handayani, Sains 5 untuk kelas 5 Sekolah Dasar dan Madrasah,
Klaten: Sahabat, 2004
2. Alat dan bahan : papan tulis, kertas, foto air yang terbuang, ranting pohon.
  1. Penilaian :
  2. Tes tertulis essay, jawaban singkat
1. Tuliskan 3 contoh air berdasarkan keberadaannya! (skor 3)
2. Tuliskan 4 manfaat air bagi kehidupan manusia.! (skor 4)
3. Tuliskan 2 manfaat air bagi tumbuhan! (skor 2)
4. Tuliskan 3 manfaat air bagi hewan! (skor 3)
5. Tuliskan 3 cara menghemat air (skor 3)
(skor 15)
Nilai = skor yang diperoleh X 100 Skor total












BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan.
Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai.
Beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a.       Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b.      Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
c.       Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d.      Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e.       Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
Adapun komponen pembelajaran itu terdiri atas :
1.      tujuan pembelajaran,
2.      materi pelajaran,
3.      kegiatan belajar megajar,
4.      metode,
5.      Media dan sumber belajar,
6.      evaluasi.

B.  Saran.
Saran kepada pembaca sebelum membuat perencanaan pembelajaran.
7.    Membuat tujuan pembelajaran  harus mengacu kepada kompetensi dasar yang terdapat pada kurukulum yang dianut
8.    Siapkan dan gunakan multi metode dan multi media dalam mengajar
9.    Materi ajar harus menjawab kebutuhan siswa
10.     Latihan yang dibuat harus bermakna dan harus memenuhi tingkatan C1-C6

Daftar Pustaka

1.             Http : www.Penertian.Perencanaan.Pembelajaran/desain.pembelajaran.Org..net=1, diunduh pada 15 september 2013.
2.             Http : www.arti. Penting.perencanaan. pembelajara/.blog.spot.com, diunduh pada 15 september 2013.
3.             Http : www.komponen.perencanaan.pembelajaran.com, diunduh pada tanggal 15 september 2013
4.             Http : www.contoh.rpp.com

0 komentar:

Posting Komentar