KATA
PENGANTAR
Puji dan sukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa, karna kasih karunia-Nya kami dapat menyusun Makalah Perencanaan Pembelajaran ini. Buku ini
sangat bermanfaat bagi para pelajar atau guru dalam membuat rencanaan
pelaksanaan pembelajaran atau RPP sebelum mengajar anak didiknya di kelas.
Buku ini akan membahas perencanaan
pembelajaran, sehingga pembaca mengetahui cara-cara membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran dengan baik. Buku ini juga memberikan contoh rencana pelaksanaan
pembelajaran, sehingga pembaca dengan mudah memahami proses pembuatan
perencanaan dengan baik.
Buku ini disusun sedemikian adanya,
untuk menyempurnakan pennyusunan buku ini kami sangant mengharapakan usulan,
kritik, dan saran dari pembaca, sehingga di edisi berikutnya kami bisa menyusun
buku ini seperti yang diharapkan. Atas partisipasi pembaca kami ucapkan
terimakasih.
|
Jakarta, 10 November 2013
|
|
Penyusun,
|
|
|
|
Masjoko Anderson
|
|
Rika Seru
|
DAFTAR ISI
|
Kata Pengantar
|
1
|
|
Daftar Isi
|
2
|
|
BAB I : Pendahuluan
|
3
|
|
A. Latar
belakang
|
3
|
|
B. Rumusan
Masalah
|
3
|
|
C. Tujuan
penulisan
|
3
|
|
BAB II : Pembahasan
|
4
|
|
A. Pengertian
perencanaan pembelajaran
|
4
|
|
B. Arti
penting perencanaan pembelajaran
|
5
|
|
C. Komponen-komponen
perencanaan pembelajaran
|
6
|
|
D. Contoh
rencana pelaksanaan pembelajaran
|
12
|
|
BAB III : Penutup
|
17
|
|
A. Kesimpulan
|
17
|
|
B. Saran
|
17
|
|
C. Daftar
Pustaka
|
18
|
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melihat guru-guru pergi kesekolah, ketika kita duduk
di bangku
kelas II SMA misalnya, tiba-tiba guru masuk kekelas
dan mengajarkita. Ditinjau dari
segi guru, tentulah guru sangat
berharap supaya kita dapat
mengerti materi pelajaran
yang diajarknnya, terlebihlagi guru tersebut akan mengusahakan
bagaimana siswa-siswanya merasa
senang mengikuti proses pembeajaran yang
dikelolanya.
Unuk menciptakan Susana kelas yang
menyenangkan, atau
supaya setiap murid dengan
mudah dapat mengerti materi yang diajarkan, maka seorang guru haruslah membuat
perencanaan pembelajaran yang kita kenal
dengan istilah Rencana Pelaksanaan
Pembelajaranatau RPP.
Membuat perencanaan pembelajaran bukanlah
suatuhal yang mudah, sebelum membuat perencanaan
pembeljran sorang guru terlebih dahulu
mengetahui komponen-komponen perencanaan
pembelajaan, sehingga perencanaan
yang dibuat
bisa jelas, teratur, dan terarah
sesuai tujun.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang
yang telah
dipaparkan sebelumnya, maka dikembangkanlah rumusan masalah sebagai
berikut :
a.
Apa yang dimakud dengan
perencanaan
pembelajaran?
b.
Apa sajakomponen-komonen perencanaan
pembeljran?
c. Bagaimana
contoh RPP yang baik?
C.
Tujuan penulisan
Berdasarkan rumuan masalah sebelumnya, maka ada beberapa tujuan
penlisan yang hendak dicapai adalah
sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan
pembaca mengenai perencanaan pembelajaran.
2. Untuk membantu pembaca
memahami apa arti penting perencanaan pembelajaran dan hal-hal yang terkait
didalamnya.
3. Memberi contoh kepada pembaca
mengenai cara penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Bab ll
Pembahasan
A.
PengertianPerencanaan
Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran adalah proses penetapan dan
pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang
kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan
efektif dalam mencapai tujuan.
Roger A. Kaufman (Harjanto 1997:2) mengemukakan bahwa "Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Secara garis besar perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai tujun tersebut, materi bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. (R. Ibrahim, 1993). Jadi, perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai.
Roger A. Kaufman (Harjanto 1997:2) mengemukakan bahwa "Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Secara garis besar perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai tujun tersebut, materi bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. (R. Ibrahim, 1993). Jadi, perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai.
B.
Pentingnya
Perencanaan Pembelajaran
Untuk
mencapai tujuan pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan
pembelajaran yang baik. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi
setiap kegiatan pengelolaan. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan
mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu lembaran kertas mutiara buku Perencanaan Pembelajaran karya Abdul
majid mengemukakan beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses
belajar mengajar, yaitu:
a.
Sebagai
petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b.
Sebagai
pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat
dalam kegiatan.
c.
Sebagai
pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d.
Sebagai
alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui
ketepatan dan kelambatan kerja.
e.
Untuk
bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
f.
Untuk
menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
Peran
penting perencanaan pembelajaran dapat terlihat ketika mengamati keadaan yang
mungkin terjadi ketika diterapkannya perencanaan pembelajaran oleh seorang guru
atau sebaliknya. Kemungkinan yang akan terjadi dalam proses belajar mengajar
ketika seorang guru melakukan perencanaan pembelajaran dengan benar di
antaranya:
a.
Guru
akan mempunyai tujuan pembelajaran yang jelas,
b.
Guru
akan menguasai materi,
c.
Guru
akan mempunyai metode,
d.
Guru
akan memiliki pemilihan media yang tepat,
e.
Guru
akan memiliki standar jelas dalam memberikan evaluasi kepada siswa.
C.
Komponen-Komponen Perencanaan Pembelajaran
Menurut
M. Sobry Sutikno dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran (2008),
mengatakan bahwa komponen pembelajaran itu terdiri atas :
1.
tujuan pembelajaran,
2.
materi pelajaran,
3.
kegiatan belajar megajar,
4.
metode,
5.
Media dan sumber belajar,
6.
evaluasi.
1. Tujuan Pembelajaran
Sudirman,
dkk. (1991:53) mengemukakan tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang
berbentuk tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa
setelah proses belajar mengajar. Reece dan Walker (1997:17), menjelaskan guru
perlu mengetahui ke mana seharusnya siswa diarahkan dan apa yang akan
dipelajari siswa. Dengan cara ini, guru mengetahui kapan siswa sampai ke
sana. Dalam bahasa pendidikan, hal ini menuntut guru untuk
mengidentifikasi hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran tersebut dapat
dinyatakan dengan tujuan dan sasaran (aims and objectives). Pada
intinya, tujuan dan sasaran ini merupakan harapan dari apa yang dapat dilakukan
siswa pada akhir pembelajarannya.
Tujuan
pembelajaran ditentukan baik oleh guru maupun perancang kurikulum dalam silabus
dan rencana pembelajaran untuk menyatakan apa yang akan dicapai oleh
pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran dibedakan dengan sasaran
pembelajaran. Sasaran dalam hal ini lebih bersifat spesifik dan lebih
dapat diukur secara langsung, sedangkan tujuan tidak begitu dapat diukur secara
langsung. Usman (1994:29) menjelaskan hasil belajar yang dicapai siswa sangat
erat kaitannya dengan rumusan tujuan pembelajaran yang direncanakan oleh guru.
Hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru sebagai perancang (designer)
proses belajar mengajar. Untuk itu guru harus menguasai taksonomi hasil
belajar.
Bloom
(dalam Usman (1994:29) mengelompokkan tujuan pembelajaran ke dalam tiga
kategori, yakni domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif
mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan (recall), pengetahuan,
dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang
berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan, dan minat.
Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan
kemampuan gerak (motor).Tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran menurut
Hernawan (2005) terbagi atas beberapa tingkatan yaitu:
1. Tujuan Pembelajaran yang paling umum, yaitu tujuan pendidikan
nasional. Tujuan pendidikan nasional kita menurut UU No 2 tahun 1989 tentang
system pendidikan nasional yaitu: “Pendidikan Nasional bertujuan menceraskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti
luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan (pasal 4)”.
2. Tujuan institusional, berisi rumusan kemampuan yang diharapkan
dikuasai oleh pebelajar setelah mengikuti pendidikan pada suatu tingkat
pendidikan tertentu. Misalnya tujuan pendidikan dasar (SD dan SMP) yaitu:
“Pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik
untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga
Negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk
mengikuti pendidikan menengah. (Bab II, Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28
tahun 1990).
3. Tujuan Kurikuler adalah rumusan dari setiap mata pelajaran /bidang
studi/mata kuliah. Misalnya tujuan kurikuler mata pelajaran IPA pada pendidikan
dasar. Contoh: “Pebelajar memiliki pengetahuan tentang lingkungan alam
serta keterampilan, wawasan dan kesadaran teknologi dalam kaitannya dengan
pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
4. Tujuan pembelajaran umum
5. Tujuan pembelajaran khusus.
Menurut Harjanto (2008), perumusan tujuan
Instruksional dalam desain pembelajaran merupakan perumusan yang jelas dimana
memuat pernyataan tentang kemampuan dan tingkah laku peserta didik setelah
mengikuti suatu program pengajaran tertentu untuk satu topik atau subtopik
tertentu. Dengan demikian dapat dipertegas bahwa perumusan instruksional
berfungsi sebagai tercapainya hasil belajar berupa perubahan tingkah laku dan
kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran.
Tujuan instruksional ini dapat dibedakan menjadi
tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional khusus (TIK). Menurut
Grounlund dalam Harjanto (2008) tujuan instruksional umum (TIU) adalah
hasil belajar yang diharapkan yang dinyatakan secara umum dan berpedoman pada
perubahan tingkah laku dalam kelas. Tujuan instruksional umum (TIU) merupakan
serangkaian hasil belajar yang bersifat khusus. sedangkan tujuan instruksional
khusus (TIK) adalah hasil belajar yang dinyatakan dalam istilah perubahan
tingkah laku khusus. Tingkah laku khusus adalah kata kerja yang dapat diamati
dan diukur.
Kegunaan TIU dalam proses belajar mengajar menurut
Harjanto (2008) adalah:
§
Memberikan kriteria yang pasti untuk mengukur
kemajuan belajar peserta didik.
§
Memberikan kepastian mengenai kemampuan yang
diharapkan dari peserta didik.
§
Memberikan dasar untuk mengembangkan alat evaluasi
untuk mengukur efektifitas pengajaran.
§
Menentukan petunjuk dalam menentukan materi dan
strategi instruksional.
§
Petunjuk bagi peserta didik tentang apa yang
dipelajari dan apa yang akan dinilai dalam mengikuti suatu pelajaran.
§ Peserta
didik akan mengorganisasikan usaha dan kegiatannya untuk mencapai tujuan
instruksional yang telah ditentukan.
D.
Hubungan Tujuan Pembelajaran Dengan Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan
merupakan penjabaran Standar Kompetensi yang cakupan materinya lebih sempit
dibanding dengan Standar Kompetensi.Standar Kompetensi sendiri adalah ukuran
kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus
dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap
tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
Kompetensi dasar diturunkan
menjadi indikator, dari indikator digunakan untuk menyusun tujuan
pembelajaran.Evaluasi pembelajaran didasarkan pada tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai, dari evaluasi inilah dapat diketahui hasil belajar peserta
didik. Apabila hubungan tersebut digambarkan adalah sebagai berikut:
Contoh:
Dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) tertulis:
Kompetensi
Dasar
: Menjelaskan pengertian dan fungsi uan
Indikator
: 1. Mendeskripsikan pengertian uang
2. Mengidentifikasi fungsi uang
Tujuan Pembelajaran
1) Siswa dapat
mendeskripsikan pengertian uang tanpa membuka buku
2) Siswa dapat
mendeskripsikan fungsi uang tanpa bantuan teman
Hasil belajar yang dicapai
siswa harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran sendiri
mengacu pada indikator yang merupakan rincian dari kompetensi dasar.
B.
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Menurut Bloom dkk dalam Hernawan (2005) jenis
belajar atau taksonomi tujuan pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga domain
yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang akan diuraikan sebagai
berikut.
1. Domain afektif
Yaitu yang berkenaan dengan kemampuan otak dan
penalaran siswa,. Taksonomi ranah tujuan kognitif menurut Bloom memiliki 6
tingkatan yaitu: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi
2. Domain afektif
Yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai tampak pada berbagai tingkah
laku. Taksonomi ranah tujuan afektif menurut Bloom memiliki 5
tingkatan yaitu: menerima, menanggapi, menghargai, mengatur diri dan menjadikan
pola hidup.
3. Domain psikomotorik
Yaitu berkenaan dengan keterampilan atau keaktifan
pisik. Taksonomi ranah tujuan psikomotorik menurut Bloom memiliki 5 tingkatan
yaitu: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, bertindak secara mekanis dan
gerakan yang kompleks.
Dalam tataran praktis, Usman (1994:113) mengungkapkan, rumusan tujuan
pembelajaran perlu memperhatikan lima syarat, yaitu
a. kesesuaian
tujuan instruksional khusus dengan tujuan instruksional umum
b. kelengkapan
jumlah TIK
c. kejelasan
rumusan (tidak menimbulkan tafsiran ganda)
d. kelengkapan
rumusan TIK (subyek, tingkah laku yang dapat diukur, kondisi pencapaian, dan
kriteria pencapaian)
e. urutan
TIK dari yang mudah kepada yang sukar.
Yang membedakan antara komponen
yang dikemukakan oleh keduanya adalah ada tidaknya metode pembelajaran didalam
komponen-komponen perancanaan pembelajaran..
2. Isi (Materi Pembelajaran& Kegiatan Belajar Mengajar )
Materi pembelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang “dikonsumsi” oleh siswa. Karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, misalnya berita pengetahuan, penampilan, sikap dan pengalaman lainnya. Nana Sujana (2000) menjelaskan ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menetapkan materi pelajaran diantaranya :
Materi pembelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang “dikonsumsi” oleh siswa. Karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, misalnya berita pengetahuan, penampilan, sikap dan pengalaman lainnya. Nana Sujana (2000) menjelaskan ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menetapkan materi pelajaran diantaranya :
a)
Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang
tercapainya tujuan
b) Menetapkan
materi pembelajaran harus serasi dengan urutan tujuan
c) Materi
pelajaran disusun dari hal yang sederhana menuju yang komplek
d) Sifat
materi pelajaran, ada yang factual dan ada yang konseptual.
Dalam merancang kegiatan belajar, kegiatan harus dirumuskan secara jelas
dan rinci. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan kegiatan belajar
mengajar dapat dicermati sebagai berikut :
a)
Kegitan harus berorientasi pada tujuan.
b)
Kemampuan yang harus dicapai anak adalah melalui
praktik langsung.
c)
Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada
perkembangan.
d) Kegiatan
pembelajaran harus berorientasi pada kegiatan yang berpusat pada tema.
e) Kegiatan
pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pendidikan.
f)
Kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran
yang berpusat pada siswa atau peserta didik.
g) Kegiatan
pembelajaran harus menggambarkan kegiatan yang menyenangkan.
h) Walaupun
penetapan kegiatan berorientasi pada siswa, kegiatan harus memungkinkan
bagaimana guru dapat membantu siswa belajar.
3. Metode.
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dengan penggunan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan hasil yang baik tanpa memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007) menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode anatara lain: tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, fasilitas, dan guru.Adapun macam-macam metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yaitu:
a) Metode Ceramah;
b) Metode Tanya Jawab;
c) Metode Diskusi;
d) Metode Demonstrasi;
e) Metode Kisah/Cerita;
f) Metode Simulasi.
g) Metode Karya Wisata;
h) Metode Tutorial;
i) Metode Suri Teladan;
j) Pengajaran Tim (Team Teaching);
k) Metode Praktek;
l) Metode Kerja Kelompok;
m) Metode Penugasan;
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dengan penggunan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan hasil yang baik tanpa memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2007) menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode anatara lain: tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, fasilitas, dan guru.Adapun macam-macam metode yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yaitu:
a) Metode Ceramah;
b) Metode Tanya Jawab;
c) Metode Diskusi;
d) Metode Demonstrasi;
e) Metode Kisah/Cerita;
f) Metode Simulasi.
g) Metode Karya Wisata;
h) Metode Tutorial;
i) Metode Suri Teladan;
j) Pengajaran Tim (Team Teaching);
k) Metode Praktek;
l) Metode Kerja Kelompok;
m) Metode Penugasan;
4. Media dan Sumber
Belajar.
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercifta lingkungan yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif (Yudhi Munadi,2008 :8) . Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan sebagai tempat di mana materi sumber belajar terdapat. Menurut Nasution (2000) sumber belajar dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaannya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan siswa. Pemanfaatan sumber belajar tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang di pergunakan dalam proses pembelajaran, melainkan juga tenaga, biaya, dan fasilitas.Sumber belajar dapat di bedakan menjadi dua, yaitu:
a. Sumber belajar yang di rencanakan adalah semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen system pembelajaran, untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b. Sumber belajar karena di manfaatkan adalah sumber-sumber yang tidak secara khusus di desain untuk keperluan pembelajaran, namun dapat di temukan, di aplikasikan, dan di gunakan untuk keperluan belajar.
Media dan sumber belajar merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Media dan sumber belajar yang dipilih harus sesuai dengan kegiatan dan dapat memberikan pengalaman yang cocok bagi siswa. Guru juga harus memutuskan bagaimana media dan sumber belajar tersebut di sediakan dan bagaimana kegiatan di organisasikan. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah sejauh mana sumber-sumber belajar dapat memberi dukungan terhadap proses belajar siswa. Pemilihan media dan sumber belajar harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan dan karakteristik belajar anak. Untuk kelas-kelas yang berpusat pada anak media sudah di tata dalam setiap area. Dengan media dan sumber belajar anak dapat melakukan ekplorasi, observasi dan memungkinkan anak dapat meliatkan seluruh inderanya seperti melihat, menyentuh, meraba, mencium dan merasakan.
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercifta lingkungan yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif (Yudhi Munadi,2008 :8) . Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan sebagai tempat di mana materi sumber belajar terdapat. Menurut Nasution (2000) sumber belajar dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaannya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan siswa. Pemanfaatan sumber belajar tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang di pergunakan dalam proses pembelajaran, melainkan juga tenaga, biaya, dan fasilitas.Sumber belajar dapat di bedakan menjadi dua, yaitu:
a. Sumber belajar yang di rencanakan adalah semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen system pembelajaran, untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b. Sumber belajar karena di manfaatkan adalah sumber-sumber yang tidak secara khusus di desain untuk keperluan pembelajaran, namun dapat di temukan, di aplikasikan, dan di gunakan untuk keperluan belajar.
Media dan sumber belajar merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Media dan sumber belajar yang dipilih harus sesuai dengan kegiatan dan dapat memberikan pengalaman yang cocok bagi siswa. Guru juga harus memutuskan bagaimana media dan sumber belajar tersebut di sediakan dan bagaimana kegiatan di organisasikan. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah sejauh mana sumber-sumber belajar dapat memberi dukungan terhadap proses belajar siswa. Pemilihan media dan sumber belajar harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan dan karakteristik belajar anak. Untuk kelas-kelas yang berpusat pada anak media sudah di tata dalam setiap area. Dengan media dan sumber belajar anak dapat melakukan ekplorasi, observasi dan memungkinkan anak dapat meliatkan seluruh inderanya seperti melihat, menyentuh, meraba, mencium dan merasakan.
5.
Evaluasi
Menurut M Sobby Sutikno (2007 :40) evalusi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sedangkan menurut Masitoh,dkk (2005 :47) evaluasi adalah suatu proses memilih mengumpulkan dan menafsirkan informasi utuk membuat keputusan. Dalam perencanaan pembelajaran evaluasi dimaksudkan untuk mengukur apakah tujuan atau kemampuan yang sudah di tetapkan dapat tercapai.Jadi, evaluasi merupakan aspek yang penting, yang berguna untuk mengukur dan menilai seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai atau hingga mana terdapat kemajuan siswa, dan bagaiman tingkat keberhasilan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Untuk melakukan evaluasi diperlukan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat umum evaluasi yaitu:
Menurut M Sobby Sutikno (2007 :40) evalusi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sedangkan menurut Masitoh,dkk (2005 :47) evaluasi adalah suatu proses memilih mengumpulkan dan menafsirkan informasi utuk membuat keputusan. Dalam perencanaan pembelajaran evaluasi dimaksudkan untuk mengukur apakah tujuan atau kemampuan yang sudah di tetapkan dapat tercapai.Jadi, evaluasi merupakan aspek yang penting, yang berguna untuk mengukur dan menilai seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai atau hingga mana terdapat kemajuan siswa, dan bagaiman tingkat keberhasilan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Untuk melakukan evaluasi diperlukan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat umum evaluasi yaitu:
a. Validitas
b. Realiabilitas
c. Objektivitas
d. Efisiensi
e. Kegunaan / kepraktisan.
Selain syarat-syarat umum evaluasi diatas, dalam evaluasi juga terdapat teknik-tekniknya. Pada umumnya, teknik evaluasi ada dua macam, yaitu dengan menggunakan tes dan non-tes (M. Sobry Sutikno,2008:118-)
D.
Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata
Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kelas/Semeser
: V (lima) / 2
Pertemuan ke : I (satu)
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
Standar Kompetensi : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.
Kompetensi Dasar : 7.5 Mendeskripsikan perlunya penghematan air
Indikator :
• Mengidentifikasi keberadaan air di sekiar tempat tinggal siswa
• Menjelaskan manfaat air bagi makhluk hidup
• Menjelaskan cara menghemat air
Pertemuan ke : I (satu)
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
Standar Kompetensi : 7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.
Kompetensi Dasar : 7.5 Mendeskripsikan perlunya penghematan air
Indikator :
• Mengidentifikasi keberadaan air di sekiar tempat tinggal siswa
• Menjelaskan manfaat air bagi makhluk hidup
• Menjelaskan cara menghemat air
Tujuan
Pembelajaran :
•
Siswa dapat menyebutkan keberadaan air di sekitar tempat tinggalnya
•
Siswa dapat menjelaskan manfaat air bagi manusia
•
Siswa dapat menjelaskan manfaat air bagi makhluk hidup lain
•
Siswa dapat menjelaskan cara menghemat air
II.
Materi ajar : Penghematan Air
Di
sekitar kita terdapat berbagai macam air. Air diperlukan oleh berbagai makhluk
hidup
untuk keperluan hidupnya. Dalam penggunaan air, khususnya untuk
keperluan
manusia hendaknya menggunakan seperlunya, tidak boros, bahkan
dalam
keadaan tertentu kita perlu menghemat air.
III.
Metode pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, pengamatan, diskusi
IV.
Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyampaikan salam Siswa menjawab salam
A. Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyampaikan salam Siswa menjawab salam
1.
Guru Mengecek kehadiran siswa
Siswa aktif mengikuti pengecekan kehadiran
2.
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa memperhatikan
3.
Guru
memusatkan perhatian siswa dengan teka teki ”Siapakah Aku?”
4.
Aku
…….Bentukku berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Permukaanku datar.
5.
Aku
akan berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Siapakah
6.
Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan
mengaitkan pelajaran
7.
Siswa
menjawab teka-teki ”Siapakah Aku?”
a.
Guru
memimpin menyanyikan lagu Tik-tik bunyi hujan
Siswa menyanyikan lagu tik-tik bunyi hujansebelumnya tentang daur air Dari mana asal air hujan?
Siswa menyanyikan lagu tik-tik bunyi hujansebelumnya tentang daur air Dari mana asal air hujan?
b.
Siswa
menjawab pertanyaan
B.
Kegiatan Inti
- Guru Menanyakan keberadaan air di sekitar tempat tinggal siswa
Siswa
mengidentifikasi keberadaan air di sekitar tempat tinggalnya,
menuliskan
hasil identifikasi di papan tulis.
2.
Guru
menanyakan kegunaan air bagi manusia. Meminta siswa untuk
berdiskusi
dengan teman sebangku. Kita memerlukan air untuk apa saja?
Siswa
berpikir berpasangan, menjawab pertanyaan secara lisan. Menuliskan
hasil
diskusi ke dalam tabel.
3.
Guru menanyakan kegunaan air bagi makhluk
hidup. Meminta siswa untuk
berdiskusi
dengan teman sebangku.
Selain manusia, adakah makhluk hidup lain yang memerlukan air?
Untuk apa?
Siswa berpikir berpasangan, menjawab pertanyaan secara lisan. Menuliskan
Selain manusia, adakah makhluk hidup lain yang memerlukan air?
Untuk apa?
Siswa berpikir berpasangan, menjawab pertanyaan secara lisan. Menuliskan
hasil
diskusi ke dalam tabel.
4.
Guru
mengelompokkan siswa. Membagi gambar tentang pemborosan air.
Meminta
siswa mendiskuskan.
Ceritakan dengan kalimatmu sendiri mengenai gambar yang kamu terima! Apa
Ceritakan dengan kalimatmu sendiri mengenai gambar yang kamu terima! Apa
yang
kamu lakukan apabila ada kejadian seperti pada gambar yang di bagikan?
Siswa
berkelompok. Mendiskusikan gambar yang dibagikan. Menuliskan hasil
diskusi
pada kertas yang dibagikan. Mempresentasikan hasil diskusi.
Memajangkan
hasil kerja kelompok pada pohon ilmu.
5.
Guru menyediakan objek untuk ditanggapi siswa
(sisa minuman dari beberapa
gelas
aqua)
Bagaimana pendapatmu mengenai sisa minuman yang terbuang?
Bagaimana pendapatmu mengenai sisa minuman yang terbuang?
Bagaimana
cara mengetahui banyaknya air yang terbuang?
Siswa
menanggapi objek sisa minuman secara berkelompok. Menuliskan hasil
tanggapan
pada kertas yang dibagikan. Mempresentasikan hasil tanggapan.
Memajangkan
hasil kerja kelompok pada pohon ilmu.
C.
Kegiatan penutup
- Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan
Air dapat kita temukan di…..
Manfaat air bagi manusia adalah …, bagi tumbuhan adalah ….., dan bagi hewan adalah….Cara menghemat air:
1. ………………
2. …………..
Manfaat air bagi manusia adalah …, bagi tumbuhan adalah ….., dan bagi hewan adalah….Cara menghemat air:
1. ………………
2. …………..
2.
Guru membuat kesimpulan. Menutup pembelajaran hari ini. Menginformasikan
materi
pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang. Memperhatikan
informasi
guru.
Siswa memperhatikan informasi guru
Siswa memperhatikan informasi guru
V. Sumber,
Alat, Bahan
1. Sumber : Panut, Dunia Sains Untuk kelas V SD, Jakara: Yudhistira, 2005.
1. Sumber : Panut, Dunia Sains Untuk kelas V SD, Jakara: Yudhistira, 2005.
Saran,
Purwo, S., Handayani, Sains 5 untuk kelas 5 Sekolah Dasar dan Madrasah,
Klaten:
Sahabat, 2004
2. Alat dan bahan : papan tulis, kertas, foto air yang terbuang, ranting pohon.
2. Alat dan bahan : papan tulis, kertas, foto air yang terbuang, ranting pohon.
- Penilaian :
- Tes tertulis essay, jawaban singkat
1.
Tuliskan 3 contoh air berdasarkan keberadaannya! (skor 3)
2. Tuliskan 4 manfaat air bagi kehidupan manusia.! (skor 4)
2. Tuliskan 4 manfaat air bagi kehidupan manusia.! (skor 4)
3.
Tuliskan 2 manfaat air bagi tumbuhan! (skor 2)
4.
Tuliskan 3 manfaat air bagi hewan! (skor 3)
5.
Tuliskan 3 cara menghemat air (skor 3)
(skor
15)
Nilai = skor yang diperoleh X 100 Skor total
Nilai = skor yang diperoleh X 100 Skor total
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Perencanaan
pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan
apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai.
Beberapa
manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a.
Sebagai
petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b.
Sebagai
pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat
dalam kegiatan.
c.
Sebagai
pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d.
Sebagai
alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui
ketepatan dan kelambatan kerja.
e.
Untuk
bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
Adapun
komponen pembelajaran itu terdiri atas :
1.
tujuan pembelajaran,
2.
materi pelajaran,
3.
kegiatan belajar megajar,
4.
metode,
5.
Media dan sumber belajar,
6.
evaluasi.
B.
Saran.
Saran kepada pembaca sebelum membuat perencanaan
pembelajaran.
7.
Membuat tujuan pembelajaran
harus mengacu kepada kompetensi dasar yang terdapat pada kurukulum yang
dianut
8.
Siapkan dan gunakan multi metode dan multi media dalam
mengajar
9.
Materi ajar harus menjawab kebutuhan siswa
10.
Latihan yang dibuat harus bermakna dan harus memenuhi
tingkatan C1-C6
Daftar Pustaka
1.
Http : www.Penertian.Perencanaan.Pembelajaran/desain.pembelajaran.Org..net=1,
diunduh pada 15 september 2013.
2.
Http : www.arti. Penting.perencanaan.
pembelajara/.blog.spot.com, diunduh pada 15 september 2013.
